Selasa, 08 Februari 2011

laporan bimbingan praktek klinik kebidanan pada mahasiswa DIII


LAPORAN BIMBINGAN PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN
PADA MAHASISWA D III KEBIDANAN



Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah PKK
Program Pendidikan Diploma IV Bidan Pendidik




                                                                        
           


Disusun Oleh  :

S Fitriany
NIM : P2.06.24.3.08.026


DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA
PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK
TASIKMALAYA

PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN


A.   LATAR BELAKANG
Tugas dan fungsi bidan adalah memberikan pelayanan kesehatan yang mempunyai tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan praktiknya. Dalam melaksanakan praktik, bidan dihadapkan pada pertanyaan apa dan bagaimana bidan bekerja. Peran bidan lulusan D III kebidanan sebagai pelaksana, pengelola, peneliti, dan pendidik harus didukung kompetensi inti bidan.
Kompetensi inti yang dimaksud adalah penguasaan pengetahuan dasar, sikap dan keterampilan lapangan oleh seorang bidan dalam melaksanakan praktik kebidanan secara aman dan bertanggung jawab sebagai pelayan kesehatan.
Dalam rangka mencapai kompetensi tersebut, mahasiswa D III kebidanan tersebut secara bertahap akan menjalankan praktik klinik untuk menetapkan peran, fungsi bidan serta kompetensinya. Adapun peran dan fungsi serta kompetensi  pada pencapaian praktik klinik kebidanan ini merupakan salah satu pencapaian kompetensi dari asuhan kebidanan dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan kasus-kasus bermasalah pada kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, bayi, dan balita sesuai dengan tingkat kebutuhan. Sehingga mahasiswa dapat lebih siap dan percaya diri dalam melakukan peran mandiri, kolaborasi, serta merujuk dengan tepat di semua tatanan pelayanan kesehatan.
B.     TUJUAN
1.      TUJUAN UMUM
Mampu melaksanakan praktik klinik kebidanan sesuai peran dan fungsi bidan pada perempuan sepanjang siklus kehidupannya
2.      TUJUAN KHUSUS
a.       Mahasiswa jurusan D III kebidanan dapat melaksanakan pemeriksaan fisik pada ibu nifas dengan masalah secara baik dan benar sesuai daftar tilik
b.      Mahasiswa jurusan D III kebidanan dapat melaksanakan pendokumentasian pada ibu nifas dengan masalah dengan baik dan benar
C.   STRATEGI PEMBELAJARAN
1.      Mengadakan pertemuan praklinik dan kontrak belajar
2.      Melaksanakan asuhan kebidanan dengan pen dokumentasian asuhan menggunakan SOAP
3.      Melaksanakan pendidikan kesehatan
4.      Melakukan pertemuan pasca klinik
5.     Melakukan diskusi dengan pembimbing tentang proses dan hasil praktek


         Pre Conference
         Menyambut mahasiswa DIII Kebidanan
         Membahas tujuan atau keterampilan yang akan dicapai :
        Menanyakan mahasiswa tingkat berapa
        Menanyakan keterampilan apa yang akan dikerjakan
        Menanyakan apakah mahasiswa sebelumnya pernah melakukan keterampilan yang akan dicapai hari ini
        Menanyakan apakah target  yang berkaitan dg keterampilan yg akan dilakukan hari ini sudah tercapai atau belum
         Membahas langkah-langkah yang perlu ditekankan 
        Menanyakan daftar tilik yang akan digunakan
        Menanyakan langkah apa saja yang sudah dikuasai dan langkah mana yang belum dikuasai
        Membahas dan menekankan langkah-langkah yang belum dipahami
        Menyepakati kode yang akan digunakan pada saat conference apabila mahasiswa melakukan keterampilan tidak sesuai daftar tilik
         Menjawab setiap pertanyaan yang diajukan mahasiswa DIII
        Setiap pertanyaan dari mahasiswa DIII diusahakan dijawab dengan benar sehingga mahasiswa puas

Conference
         Mengamati dan membimbing mahasiswa melakukan keterampilan sambil kita memegang daftar tilik
        Bila mahasiswa melakukan keterampilan yang tidak sesuai, maka kode yang telah kita sepakati dapat dilakukan
         Memberikan umpan balik pada mahasiswa DIII kebidanan.
        Bila mahasiswa melakukan keterampilan yang tidak sesuai daftar tilik, kita memperbaiki
        Bila mahasiswa melakukan tindakan tidak sesuai dengan daftar tilik (kesalahannya fatal), maka tindakan diambil alih oleh pembimbing
         Mengamati dan membimbing mahasiswa melakukan keterampilan sambil kita memegang daftar tilik
        Bila mahasiswa melakukan keterampilan yang tidak sesuai, maka kode yang telah kita sepakati dapat dilakukan
         Memberikan umpan balik pada mahasiswa DIII kebidanan.
        Bila mahasiswa melakukan keterampilan yang tidak sesuai daftar tilik, kita memperbaiki
        Bila mahasiswa melakukan tindakan tidak sesuai dengan daftar tilik (kesalahannya fatal), maka tindakan diambil alih oleh pembimbing
Post Conference
         Mengkaji tujuan atau keterampilan yang sudah dipelajari
        Menanyakan perasaan mahasiswa DIII setelah melakukan keterampilan
        Menanyakan langkah-langkah yang sudah dikerjakan menurut mahasiswa, apakah sudah sesuai atau belum dengan daftar tilik
        Membahas keterampilan oleh pembimbing, yang sudah dikerjakan mahasiswa disesuaikan dengan daftar tilik yang sudah diisi pembimbing
         Diskusi dengan mahasiswa DIII kebidanan mengenai kasus yang sudah dipelajari
         Melakukan praktek tambahan pada model
        Melakukan simulasi keterampilan pada model yang dianggap belum dipahami oleh mahasiswa
        Mahasiswa DIII mencoba melakukan keterampilan pada model sambil dibimbing
         Merencanakan sesi klinik selanjutnya
        Membimbing mahasiswa melakukan pendokumentasian
        Menanyakan keterampilan apa yang akan dicapai pada sesi berikutnya
         Melakukan praktek tambahan pada model
        Melakukan simulasi keterampilan pada model yang dianggap belum dipahami oleh mahasiswa
        Mahasiswa DIII mencoba melakukan keterampilan pada model sambil dibimbing
         Merencanakan sesi klinik selanjutnya
        Membimbing mahasiswa melakukan pendokumentasian
        Menanyakan keterampilan apa yang akan dicapai pada sesi berikutnya
MASALAH/ KENDALA, POTENSI, SOLUSI DAN EVALUASI
         Pre Conference
        Masalah
         Pasien banyak
         Mahasiswa yang dibimbing lebih banyak dibanding pembimbingnya
         Tempat khusus untuk pre conference kurang memadai
         Mahasiswa kadang-kadang tidak membawa buku pencapaian target dan daftar tilik
         Mahasiswa kurang inisiatif untuk bertanya
         Mahasiswa sering terlambat  datang ke lahan praktek
         Potensi
        pasien banyak sehingga target akan tercapai
         Solusi
        Menambah pembimbing dilapangan
        pembagian tugas untuk memberi asuhan pada pasien
        bon ke pendidikan/ lahan dan pihak pendidikan bekerja sama untuk menyediakan alat untuk mahasiswa sbg inventaris
        penambahan pembimbing, diharapkan RS bisa menambah pembimbing dan untuk latihannya bisa bekejra sama dg pihak pendidikan
        Pembimbing memakai tempat yang ada, diharapkan RS bisa menyediakan tempat utk bimbingan mhs
        Diusahakan mahasiswa mencari/ meminjam daftar tilik dan buku pencapaian target ke temannya
        Menggali inisiatif mahasiswa supaya mau bertanya dg cara memberi tugas
        Memberikan komitmen waktu kpd mahasiswa yang dibimbing
Conference
         Masalah
        Sering sekali tindakan tidak sesuai daftar tilik dikarenakan situasi yang kurang memungkinkan dan faktor usia
        Target kompetensi yang sudah komitmentkan saat pre conference tidak sesuai dengan conference
        Alat-alat kurang
         Potensi
        mahasiswa lebih berpengalaman di lapangan
        Pasien banyak

         Solusi
        Pembimbing lebih banyak belajar untuk menguasai materi dan mental
        jika tindakan fatal yang dilakukan oleh mahasiswa D3, maka pembimbing mengambil alih tindakan
        Bon alat ke pendidikan/ lahan dan pihak pendidikan bekerja sama untuk menyediakan alat untuk mahasiswa sbg inventaris di lahan praktek
        Mahasiswa sudah mempunyai alat sendiri sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk dibawa
Post Conference
         Masalah
        Mahasiswa kurang menguasai daftar tilik sehingga tidak menyadari kekurangan yang dilakukan
        Tidak tersedianya model untuk latihan
        Kurang menguasai pendokumentasian (kurang fokus)
         Potensi
        tersedianya model di pendidikan
         Solusi
        dipancing dg diberi pertanyaan dulu
        meminjam model ke pendidikan
        dilakukan bimbingan tentang SOAP
         Evaluasi
        mahasiswa banyak mencapai target dan mengaplikasikan teori yg telah didapat meskipun sarana dan prasarana kurang memadai
        Tidak ada tindakan fatal yang dilakukan oleh mahasiswa D.III Kebidanan
        mahasiswa yang belum mencapai Target diberikan tugas untuk melakukan studi kasus atau melakukan simulasi ke phantoom



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar