Rabu, 09 Februari 2011

KONSEP DASAR MASA NIFAS

1. Pengertian Masa Nifas
Masa nifas ( Puerperium ) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat - alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama kira-kira 6 minggu, atau masa nifas adalah masa yang dimulai dari beberapa jam setelah lahir plasenta sampai 6 minggu berikutnya.
Activity: jelaskan pengertian masa nifas !
Summary: masa nifas merupakan masa yang diawali setelah lahirnya plasenta dan berahir setelah 6 minggu post partum yang memerlukan penangan secara aktif.

2. Tujuan Asuhan Masa Nifas
Pada masa nifas ini terjadi perubahan-perubahan fisik maupun psikis berupa organ reproduksi, terjadinya proses laktasi, terbentuknya hubungan antara orangtua dan bayi dengan memberi dukungan. Atas dasar tersebut perlu dilakukan suatu pendekatan antara ibu dan keluarga dalam manajemen kebidanan. Adapun tujuan asuhan masa nifas adalah sebagai berikut :
1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikis
2. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayi dan perawatan bayi sehat.
4. Memeberikan pelayanan KB
Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayi.
Activity : Jelaskan tujuan asuhan masa nifas!
Summary : masa nifas merupakan masa yang memerlukan asuhan yang efektif dan optimal.

3. Perubahan-perubahan dalam Masa Nifas
a. Perubahan uterus
Involusi uteri adalah proses uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Uterus biasanya berada di organ pelvik pada hari ke-10 setelah persalinan. Involusi uterus lebih lambat pada multipara. Penurunan ukuran uterus dipengaruhi oleh proses autolisis protein intraselular dan sitoplasma miometrium. Hasil dari menurunkan ukuran uterus harus kehilangan sel-sel dalam jumlah besar. Selama beberapa hari pertama setelah melahirkan endometrium dan miometrium pada tempat plasenta diserap oleh sel-sel granulosa sehingga selaput basal endometrium kembali dibentuk.



Proses involusi uteri dapat dilihat pada tabel berikut :

INVOLUSI UTERI DIAMETER
UTERUS PALPASI
SERVIKS BERAT UTERUS
Pada akhir persalinan 12,5 cm Lembut/lunak 900 gram
Pada akhir minggu ke-1 7,5 cm 2 cm 450 gram
Pada akhir minggu ke-2 5,0 cm 1 cm 200 gram
Pada akhir minggu ke-3 2,5 cm menyempit 60 gram

Tinggi Fundus uteri dan involusi uterus
Involusi Tinggi fundus Berat uterus
Plasenta lahir
7 hari ( 1 minggu )
14 hari ( 2 minggu )
42 hari ( 6 minggu )
56 hari ( 8 minggu ) Sepusat
Pertengahan pusat-simpisis
Tak teraba
Sebesar hamil 2 minggu
Normal 1000 gram
500 gram
350 gram
50 gram
30 gram















b. Pengeluaran Lokia
Lokia adalah cairan yang keluar dari liang vagina/senggama pada masa nifas. Cairan ini dapat berupa darah atau sisa lapisan rahim. Urutan pengeluaran lokia dapat dilihat pada tabel berikut:
HARI LOKIA WARNA
1-3 Rubra/Krueta Merah kehitaman
3-7 Sanguinolenta Putih bercampur merah
7-14 Serosa Kekuningan
>14 Alba Putih

Jumlah total lokia yang diproduksi 150-450 ml dengan jumlah rata-rata 225 ml . Selama 2-3 hari pertama setelah melahirkan, pengeluaran darah dari vagina tergantung pada perubahan ambulasi seperti berdiri dan duduk. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena masih dianggap normal.
c. Payudara/Laktasi
ASI dihasilkan oleh kerja gabungan antara hormon dan refleks. Kelenjar hipofise didasar otak menghasilkan hormon prolaktin akan membuat sel kelenjar payudara menghasilkan ASI. Prolaktin adalah hormon pertama yang bertanggungjawab dalam proses laktasi. Dengan rangsangan hisapan bayi mengeluarkan prolaktin dari adeno hipofise dan oksitosin dari neurohipofise. Pada saat yang sama akan menstimulasi saraf melalui tulang belakang ke hipothalamus untuk menekan pengeluaran faktor penghambat terhadap laktasi. Setelah persalinan estrogen dan progesteron menurun drastis sehingga dikeluarkan prolaktin untuk merangsang produksi ASI. ASI kemudian dikeluarkan oleh sel otot halus disekitar kelenjar payudara yang mengkerut dan memeras ASI keluar, hormon oksitosin yang membuat otot-otot itu mengkerut.
d. Perubahan lain
Suhu badan wanita inpartu tidak lebih dari 37,5 C sesudah partus dapat naik 0,5C dari keadaan normal, tetapi tidak melebihi 38 C, sesudah 12 jam pertama melahirkan umumnya suhu badan akan kembali normal. Bila suhu badan >38 C mungkin ada infeksi.
Mules-mules sesudah partus akibat kontraksi uterus kadang-kadang sangat mengganggu selama 2-3 hari postpartum, perasaan ini lebih terasa bila wanita tersebut sedang menyusui. Perasaan sakitpun timbul bila masih terdapat sisa-sisa plasenta atau gumpalan darah darah dalam kavum uteri.
Nadi berkisar umumnya 60-80 kali/menit. Setelah melahirkan akan terjadi bradikardi. Bila terdapat takikardi sedangkan badan tidak panas mungkin ada perdarahan berlebihan. Pada masa nifas umumnya denyut nadi lebih labil dibanding suhu badan.
Activity: Jelaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas!
Summary: Tahapan/perubahan – perubahan yang terjadi pada masa nifas haruslah diketahui dengan jelas.

4. Program Nasional dan Kebijakan teknis pada masa nifas
Paling sedikit 4 kali kunjungan dalam masa nifas untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi serta menangani masalah-masalah yang terjadi pada masa nifas.

KUNJUNGAN WAKTU TUJUAN
1 6-8 jam setelah persalinan a. Mencegah perdarahan karena atonia uteri
b. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk bila perdarahan berlanjut.
c. Memberikan konseling pada ibu dan salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan
d. Pemberian ASI awal
e. Membina hubungan baik antara ibu dan bayi baru lahir
f. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi
g. Bila petugas kesehatan yang menolong persalinan ia harus tinggal dengan ibu dan bayi 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil.
2 6 hari setelah persalinan
a. Memastikan involusi uteri berjalan normal.
b. Menilai adanya tanda-tanda infeksi ,demam atau perdarahan abnormal.
c. Memastikan ibu menyusui baik dan tak memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
d. Memberikan konseling KB secara mandiri
e. Memastikan ibu cukup makanan, cairan dan istirahat.
3 2 minggu setelah persalinan Sama dengan atas ( 6 hari setelah persalinan )
4 6 minggu setelah persalinan a. Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau bayi alami.
b. Memberikan konseling untuk KB secara dini.
Activity : Uraikanlah program nasional dan kebijakan teknis pada masa nifas !
Summary : Program nasional dan kebijakan teknis merupakan tanggungjawab Bidan yang harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
REFERENSI :
Departemen Kesehatan RI, Standar Asuhan Kebidanan bagi Bidan di Rumah Sakit dan Puskesmas , Jakarta 2003.hal 27-28.
Manuaba, Ida Bagus Gde, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, Jakarta : EGC, 1998 hal 190-194
Varney’s Midwifery : Varney hal.623-625
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo,Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal ; Jakarta 2000 hal 122-123.
Pusdiknakes,WHO,JHPIEGO,2001,BUKU IV Asuhan Kebidanan pada ibu post Partum.
Linda, V. Walsh.2001.Midwifery Saunders Company, NY.
Sweet,BR.1997.Myles Midwifery,Bailliere Tindall. London.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar